tugas aqidah adab berdoa kelas 12
Adab Berdoa
Imam
al-Ghazali menyatakan ada 10 hal adab berdoa:
a.
Berdoa di Waktu-Waktu Khusus
Waktu-waktu
khusus yang dimaksud seperti hari ‘Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijah,
Ramadhan satu bulan penuh, hari jum’at dan waktu sahur atau sepertiga akhir
malam.
b.
Berdoa Pada Kondisi Tertentu
Kondisi yang dimaksud seperti berdoa saat
turun hujan, akan melaksanakan shalat lima waktu, jedah di antara adzan dan
iqamah dan saat bersujud. Sebenarnya waktu-waktu yang memudahkan terkabulnya
doa kembali pada kondisi yang ada. Misalnya ketika waktu sepertiga malam di
mana waktu itu adalah waktu yang sunyi yang tepat untuk berdoa sehingga bisa
menjadi khusu’.
c.
Menghadap Kiblat
Dalam
berdoa hendaklah seseorang menghadap kiblat karena ini adalah arah yang dituju
oleh orang yang hendak beribadah kepada Allah Swt. Selain itu hendaklah doa
dilakukan dengan mengangkat kedua tangan dengan merenggangkan keduanya sejajar
dengan bahu sehingga warna putih yang ada pada kedua ketiaknya terlihat. Selain
itu seseorang disarankan untuk mengusap kedua wajahnya. Dalam hal ini Umar R.A.
berkata: “Rasulullah Saw apabila memanjangkan tangannnya dalam berdoa, maka ia
tidak mengembalikan pada posisi semula sampai ia mengusap wajahnya dengan kedua
tanggannya”.
d.
Melirihkan Suara di Antara Suara Pelan Sekali dan
Keras
Melirihkan
suara artinya dalam berdoa tidak dilakukan dengan berdiam atau berdoa di dalam
hati. Tidak juga dilakukan dengan suara keras atau dengan berteriak-teriak.
Lakukanlah doa dengan suara yang sedang apalagi bila doa dengan berjamaah.
e.
Tidak Berdoa Dengan Kalimat Yang Dibuat-buat.
Dalam
berdoa sebaiknya dilakukan dengan doa-doa yang ma’tsur atau doa-doa yang
terdapat di dalam al-Qur’an atau berasal dari Rasulullah Saw. Hal ini dilakukan
karena terkadang seseorang dalam berdoa memohon sesuatu yang sesungguhnya tidak
mengandung maslahah bagi dirinya.
f.
Tunduk dan khusu’
Posisi
seseorang yang berdoa di hadapan Alalh Swt seperti posisi seorang atasan dan
bawahan. Karena doa memang sejatinya permohonan dari seorang hamba kepada
Tuhannya. Dengan demikian diperlukan ketertundukan dan khusu’. Khusu’ dalam
berdoa diperlukan karena saat itu memang yang pantas dilakukan. Jika seseorang
khusu’, niscaya Allah Swt senang dan mengabulkan doanya.
g.
Berdoa Dengan Tekad Yang Kuat Dan Yakin Akan Terkabul
Dalam
berdoa seseorang dianjurkan agar yakin dengan terkabulnya doa yang dipanjatkan.
Oleh karena itu saat berdoa hendaklah tidak menggunakan kata-kata yang kurang
meyakinkan seperti kata apabila Engkau menghendaki Ya Allah. Katakata tersebut
memiliki kesan bahwa yang berdoa kurang yakin akan terkabulnya doa.
h.
Mengokohkan doa dan Mengulang-ulangnya
Di
dalam berdoa hendaklah dilakukan denagn memperkokoh posisi doa. Agar doa
menjadi kokoh, maka doa sebaiknya diulang beberapa kali. Hal ini memberikan
kesan bahwa doa yang dipanjatkan dilakukan dengan serisu dan sungguh-sungguh.
Dengan demikian doa yang panjatkan akan cepat dikabaulkan oleh Allah swt.
i.
Memulai Doa Dengan Memuji Allah Swt
Seseorang
yang berdoa hendaklah memulai doanya dengan berdzikir kepada Allah Swt lalu
membaca shalawat kepada Rasulullah Saw. Kurang etis apabila dalam berdoa
langsung dimulai dengan permohonan, sebab bagaimanapun Allah Swt merupakan Dzat
yang Maha Agung yang syarat dengan pujian.
j.
Mensucikan bathin
Di
antara adab berdoa yang tidak kalah pentingnya adalah kesucian bathin. Etika
berdoa seperti ini kurang diperhatikan oleh seseorang yang berdoa. Padahal
salah satu kunci terkabulnya doa ada di sini. Kesucain bathin ini dapat
dilakukan dengan bertaubat dan berupaya mengembalikan kezaliman yang pernah
dilakukan dan bersemangat di dalam berdoa.
mantap
ReplyDeleteSemangat kak Fathur :)
ReplyDeleteberes ge
ReplyDelete