makalah sosiologi kls 12 kerifan lokal lengkap
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS
BERBASIS KEARIFAN LOKAL
A.
Komunitas dan Kearifan Lokal
1.
Komunitas
a.
Pengertian Komunitas
Istilah komunitas berasal dari bahasa Inggris, yaitu community yang
dapat diterjemahkan sebagai masyarakat setempat yang memiliki cakupan wilayah
sama yang memiliki jalinan interaksi yang kuat dan persamaan kebudayaan.
Menurut Conyers (dalam soetomo, 2013: 82), kriteria dalam
pengertian komunitas sebagai berikut.
1)
Konsep komunitas memiliki komponen-komponen fisik yang
menggambarkan kelompok manusia yang hidup di daerah tertentu dan saling
berinteraksi.
2)
Anggota-anggota komunitas pada umumnya memiliki beberapa kesamaan ciri khas yang
menyebabkan mereka mengidentifikasi sebagai sebuah kelompok.
3)
Pada umumnya suatu komunitas memiliki keserasian dasar dalam hal
perhatian dan aspirasi.
b.
Jenis-jenis Komunitas
1)
Komunitas masyarakat tradisional, seperti komunitas adat,
komunikasi suku, dan komunitas petani
2)
Komunitas masyarakat modern didasarkan pada kesamaan minat,
profesi, atau hobi.
3)
Komunitas yang terbemtuk akibat kondisi anggota, seperti komunitas
anak jalanan, komunitas tunawisma, dan komunitas pemulung.
c.
Unsur-unsur Komunitas
1)
Sepenanggungan
2)
Seperasaan
3)
Saling memerlukan
2.
Kearifan Lokal
a.
Pengertian Kearifan Lokal
Menurut bahasa, kearifan lokal terbentuk dari dua kata, yaitu
kearifan (wisdom) dan lokal (local). Dalam kamus Inggris
Indonesia John M. Echols dan Hassan Shadily, local berarti “setempat”,
sedangkan wisdom adalah “kebijaksanaann”. Jadi, local wisdom dapat
dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat yang bersifat bijakasana, penuh
kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
Berikut
beberapa pandangan mengenai kearifan lokal.
a.
Undang-undang No. 32/2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan
Hidup
Kearifan lokal
yaitu nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat unruk
melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari.
b.
Sonny Keraf
Kearifan lokal
adalah semua bentuk pengetahuan,keyakinan, pemahaman, wawasan, dan adat
kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam
komunitas ekologis.
c.
Haidlor Ali
Kearifan lokal merupakan tata aturan tidak tertulis yang menjadi acuan
masyarakat meliputi seluruh aspek kehidupan, hubungan antarsesama manusia, tata
aturan menyangkut hubungan manusia dengan alam, binatang, serta hubungan
manusia dengan yang gaib.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan kearifan lokal
merupakan gagasan-gagasam lokal milik sekelompok masyarakat yang dilakukan
secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga saat ini. Kearifan lokal
dapat dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan pada level lokal dalam berbagai
kegiatan. Level lokal yang dimaksud bukan berarti hanya pada masyarakat
tradisional, melainkan berdasarkan wilayah masyarakat setempat. Dengan
demikian, dalam kehidupan masyarakat modern pun dapat dijumpai kearifan lokal.
b. Proses
Terbentuknya Kearifan Lokal
Kearifan lokal merupakan sebuah
pengetahuan yang diketahui oleh masyarakat lokal terkait dengan alam, sosial,
dan kondisi geografis lingkungannya (local knowledge). Kearifan lokal
diciptakan sebagai solusi pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat dalam
kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal berawal dari pengetahuan lokal terkait
fenomena alam dan sosial yang bisa jadi bersifat subjektif individu atau
kesepakatan suatu kelompok masyarakat. Kerifan lokal juga bisa berawal dari
proses trial and error dari berbagai pengetahuan ilmiah ataupun
nonilmiah.
Pengetahuan tersebut lalu mampu menjawab
masalah, kemudian ditiru dan diikuti oleh anggota masyarakat lain.
Keikutsertaan anggota masyarakat terjadi secara sukarela. Keikutsertaan
anggoata masyarakat lain menyebabkan munculnya sebuah kesepakatan bersama.
Kesepakatan bersama inilah yang kemudian mendorong terbentuknya kearifan lokal.
Kearifan lokal tersebut kemudian diwariskan kepada generasi penerus.
c. Unsur-unsur
yang terkandung dalam kearifan lokal
Kearifan lokal mencakup berbagai cara
untuk bersikap, berperilaku, dan bertindak yang dituangkan dalam bentuk tata
sosial dan diikuti oleh masyakat (Robert sibarani, 2014: 116). Oleh kareana
itu, kearifan lokal memuat unsur yang dipelajari dan dipahamu oleh masyarakat.
Secara umum, unsur yang terkandung dalam kearifan lokal sebagai berikut.
1) Pengetahuan
Lokal
Kearifan lokal diperoleh dari generasi
sebelumnya dan pengalaman masa kini. Setiap mayarakat memiliki pengetahuan
lokal terkait lingkungan hidupnya. Pengetahuan lokal terkait perubahan dan
siklus iklim, jenis flora dan fauna, kondisi geografis, demografis, serta
sosiografi. Kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitar
(baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial) menjadi bagian pengetahuan
lokal. Pengetahuan lokal tersebut akan dihayati, dipraktikkan, dan diajarkan
kepada anggotanya, bahkan kepada masyarakat lain.
Contoh pengetahuan lokal ialah
pengetahuan para nelayan tentang angin darat dan angin laut. Nelayan
memanfaatkan angin darat untuk berlayar ke tengah laut dan memanfaatkan angin
laut untuk pulang melaut.
2) Nilai
lokal
Kearifan lokal memuat nilai-nilai lokal
yang disepakati dan dijalankan oleh masyarakat. Nilai lokal berfungsi
menentukan perilaku yang baik dan buruk. Sebagai contoh sebagian masyarakat
memiliki atuaran untuk membungkukkan badan ketika bertemu atau melewati orang
yang lebih tua. Tindakan tersebut mengandung nilai sopan santun yaitu
menghormati orang yang lebih tua. Selain itu, nilai lokal dapat ditunjukkan
dari tingkatan bahasa dalam masyarakat.
3)
Hukum Lokal
Kearifan lokal dapat memuat hukum lokal
yang disepakati bersama. Hukum lokal (local law) adalah hukum yang hanya
berlaku didaerah tertentu. Hukum lokal dijunjung tinggi oleh kelompok
masyarakat tertentu. Hukum lokal biasanya berupa hukum adat yang cenderung
tidak tertulis, memiliki kandungan kemasyarakatan, kekeluargaan, dan tidak
lepas dari unsur keagamaan. Hukum lokal menjadi salah satu wujud kearifan lokal
karena melalui hukum tersebut masyarakat membuat aturan, imbauan, larangan, dan
sanksi bagi anggota masyarakat. Dalam hukum lokal terkandung aturan bersikap
ataupun berperilaku yang benar sesuai tradisi masyarakat.
4) Keterampilan
Lokal
Kearifan lokal tidak hanya mengandung
nilai dan pengetahun lokal. Kearifan lokal jug mengandung kemampuan masyarakat
dalam mengelola lingkungan alam dan sosialnya. Contoh kearifan yang memuat
unsur keterampilan lokal adalah batik. Sebagian masyarakat Indonesia memiliki
keterampilan dalam membuat batik. Masyarakat membuat motif dan pola untuk
menciptakan corak seni pad kain menggunakan malam (plastisin), canting, dan pewarna
alami. Setiap motif yang tergambar pada kain memiliki makna filosofis. Motif
pada kain batik juga menunjukkan strata dan status sosial bagi pemakainya.
5) Kepercayaan
Lokal
Kearifan lokal juga mengandung
unsur-unsur kepercayaan lokal masyarakat. Kepercayaan lokal berkaitan dengan
pemahaman spiritualis masyarakat lokal. Disebut sebagai kepercayaan lokal
karena kepercayaan tersebut hanya dipercaya
oleh kelompok atau etnik tertentu. Kepercayaan lokal muncul dan berkembang
dalam masyarakat dari latar belakang kehidupan, tradisi, dan adat istiadat yang
berbeda. Oleh karena itu, setiap kepercayaan lokal memiliki ciri khas yang
berlainan satu sama lain. Kearifan lokal yang memuat kepercayaan lokal biasanya
berwujud tradisi-tradisi yang berkaitan dengan ajaran kepercayaan lokal.
Meskipun demikian, sebagian kepercayaan lokal tidak sekedar berkaitan dengan
hal gaib atau spiritual. Sebagian kepercayaan dibuat untuk menjaga kelestarian
dan keaslian lingkungan alam. Dengan demikian, hubungan manusia dan alam
senantiasa harmonis dan seimbang.
d. Fungsi
Kearifan Lokal
Menurut Mariane (2014: 112-113), beberapa fungsi umum kearifan lokal
sebagai berikut.
1) Sebagai
konservasi dan pelestarian sumber daya alam.
Kearifan lokal tercipta akibat interaksi manusia terhadap alam.
Masyarakat meyakini bahwa kearifan lokal yang mereka ciptakan dapat menjaga
eksistensi atau kelestarian sumber daya alam agar kehidupan manusia dan alam
senantiasa seimbang. Sebagai contoh Sasi nggama.
2) Sebagai
pengembangan sumber daya manusia.
Kearifan lokal mendorong anggota masyarakat mempelajari pengetahuan baru
dalam masyarakat. Dengan demikian, anggota masyarakat diharapkan dapat
menjalankan aturan, hukum, nilai, dan norma sosial yang berlaku di
lingkungannya. Sebagai contoh, kearifan lokal Ngayah masyarakat Bali.
3) Sebagai
pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan suatu masyarakat. Selain
itu, kearifan lokal merupakan pengetahuan yang dipegang teguh oleh masyarakat.
Mengingat kearifan lokal terbentuk secara trial and error serta melalui
proses yang lama, sangat mungkin generasi berikutnya mengembangkan kearifan
lokal sesuai realitas kehidupan yang sedang dihadapi. Dengan demikian, terjadi
perkembangan kebudayaan dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat.
4) Sebagai
petuah, kepercayaan, dan pantangan.
3. Kearifan
Lokal sebagai Cermin Budaya Bangsa
Setiap daerah di Indonesia memiliki
tradisi yang menjunjung tinggi sikap kerja sama, tolong-menolong, dan
solidaritas. Jika demikian tidak salah jika masyarakat luar negeri menyebut
Indonesia sebagai negara yang ramah. Sikap solidaritas, kerja sama, dan tolong
menolong yang kuat menyebabkan masyarakat Indonesia memiliki ikatan
kekeluargaan yang erat. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia murah senyum,
suka berinteraksi, santun, dan suka menolong meskipun kepada orang yang belum
dikenal.
Keberadaan tradisi yang menjunjung
tinggi kerja sama, tolong-menolong, solidaritas dalam kehidupan bangsa
Indonesia merupakan sebuah kearifan lokal dan warisan masa lalu (traditional
heritage) yang perlu dikembangkan oleh generasi masa kini. Generasi milenial
seperti Anda wajib menjaga kearifan lokal tersebut.
4. Kearifan
Lokal dan Kaitannya dengan Program Perberdayaan Komunitas di Tengah Pemgaruh
Globalisasi
Kearifan lokal merupakan bagian dari
kebudayaan masyarakat. Kearifan lokal dibangun dari nilai-nilai sosial yang
dijunjung dalam struktur sosial masyarakat.
Kearifan lokal memiliki fungsi sebagai pedoman, pengontrol, dan
rambu-rambu bagi masyarakat (Mardikanto, 2013:109). Tidak semua yang ada dalam
masyarakat disebut kearifan lokal. Unsur budaya dapat berpotensi menjadi
kearifan lokal apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Mariane, 2014: 113).
a. Mampu
bertahan terhadap budaya luar
b. Mampu
mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
c. Mampu
mengintegrasikan unsur budaya luar dan budaya asli
d. Memberi
arah pada perkembangan budaya.
Penggunaan kearifan lokal dalam pemberdayaan komunitas tidak hanya
sebagai bentuk upaya memberdayakan masyarakat semata, tetapi menyelamatkan
kearifan lokal itu sendiri. Pada era globalisasi budaya modern tanpa sadar
menggerus kearifan lokal dalam masyarakat. Beberapa gaya hidup modern yang
berpijak pada hedonisme dan materialisme berpotensi menggeser eksistensi
kearifan lokal.
B.
Pelaksanaan Pemberdayaan komunitas
berbasis kearifan lokal
1.
Pemahaman tentang Pemberdayaan berbasis
kearifan lokal
Menurut Ginanjar kartasasmita (dalam Sri Najiyati, 2005: 60),program
pemberdayaan dapat dilakukan melalui beragam cara. Secara umum cara tersebut
sebagai berikut:
a. Enabling,yaitu
menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat dapat
selalu berkembang.Artinya, pemberdayaan menggali potensi masyarakat untuk dapat
dikembangkan.
b. Empowering,
yaitu memperkuat potensi dan kemampuan yang dimiliki masyarakat dengan
menerapkan langkah - langkah nyata,seperti menyediakan prasarana dan sarana,
baik fisik maupun sosial. Artinya, pemberdayaan membantu memfasilitasi
masyarajat agar lebih kuat.
c. Protecting,yaitu
melindungi dan membela kepentingam masyarakat lemah untuk mencegah persaingan
dan eksploitasi. Artinya. Pemberdayaan membantu proses advokasi atau pembelaan
hukum dan memberikan perlindungi kepada masyarakat.
Pemberdayaan tidak hanya sebatas
memberikan bantuan semata. Pemberdayaan menekankaan partisipasi masyarakat pada
bidang yang perlu ditingkatkan, seperti bidan ekonomi, sosial, politik, dan
hukum dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
2.
Prinsip Pelaksanaan Pemberdayaan
Menurut Sri Najiyati prinsip pemberdayaan komunitas sebagai berikut.
a.
Keswadayaan
Prinsip keswadayaan adalah menghargai dan mengedepankan kemampuan
komunitas/masyarakat itu sendiri daripada bantuan pihak lain.
b.
Berkelanjutan
Program pemberdayaan perempuan berupa pelatihan masak. Melalui pelatihan
setelah program pelatihan tersebut, masyarakat dapat menggunakan pengetahuan
dan keterampilan yang diperoleh, Agar program tersebut memiliki prinsip
berkelanjutan. Artinya meskipun proses pemberdayaan selesai, program
pemberdayaan dapat dilanjutkan dan dikelola masyarakat secara mandiri.
c.
Partisipatif
Pemberdayaan komunitas perlu memperhatikan prinsip partisipasi
masyarakat. Bentuk partisipasi masyarakat ialah keterlibatkan masyarakat dalam
proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Dengan demikian,
masyarakat dapat belajar dan memahami proses pemberdayaan serta ikut terlibat
dalam proses menentukan pilihan, dan tanggung jawab terhadap program.
d.
Kesetaraan
Prinsip kesetaraan meliputi kesetaraan kedudukan antara masyarakat dan
inisiator yang melakukan pemberdayaan,kesetaraan gender, serta kesetaraan
kesempatan antara laki laki dan perempuan ketika proses pelaksanaan
pemberdayaan. Pihak pemberdayaan/inisiator diposisikan secara fleksibel. Pihak
pemberdaya memiliki tugas berbagai ilmu pengetahuan, mendengarkan, dan
mengakomodasikan pendapat masyarakat.
3.
Inisiator pemberdayaan komunitas
a. Pemerintah
Pemerintah memiliki peran penting dalam melakukan pemberdayaan
masyarakat karena bertanggung jawab atas nasib masa depan, dan kesejahteraan
rakyat. Sebagai inisiator, pemerintah memberi stimulan kepada masyarakat dalam
bentuk program pembangunan.
b. Swasta
Upaya pengembangan komunitas juga dapat dilakukan oleh lembaga swasta
seperti perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kegiatan ini
pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan dikenal dengan istilah corporate
social responsibility (CSR). Pelaksanaan program pemberdayaan dari perusahaan
juga diatur oleh pemerintah dakam undang - undang Nomor 40 tahun 2007 mengenai
kepedulian perusahaan terhadap masyarakat.
c. Masyarakat
Masyarakat sejatinya juga dapat melakukan pemberdayaan. Pemberdayaan
oleh masyarakat dapat dilakukan secara mandiri karena masyarakat lebih
mengetahui kebutuhannya. Dengan demikian,hasil pemberdayaan komunitas sesuai
kebutuhan masyarakat. Ide ide pelaksanaan pemberdayaan biasanya muncul dalam
forum masyarakat seperti kegiatan PKK, karang taruna, dan musyawarah bulanan
masyarakat.
4. Strategi
pelaksanaan pemberdayaan komunitas.
a.
Memberikan potensi masyarakat
Pemberdayaan komunitas hendaknya dimulai dengan mempertimbangkan potensi
yang dimiliki masyarakat. Potensi yamg dimaksud adalah sumber daya alam dan
sumber daya manusia Dengan demikian, inisiator atau pihak pemberdaya harus
memperhatikan segala potensi yang dimiliki komunitas. Tujuan pemberdayaan
adalah memberikan penguatan (empowering) anggota komunitas untuk mandiri.
b. Memberikan
pendampingan secara berkelompok
Dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu dan biaya, pemberdayaan
secara berkelompok dinilai lebih efektif dan efisien. Individu yang tergabung
dalam kelompok diberdayakan secara bersama sama. Adapun pendampingan secara
berkelompok bertujuan agar pemaparan program pemberdayaan dapat dirasakan oleh
setiap individu.
c. Memberikan
pelatihan khusus
Dalam pelaksanaan pemberdayaan komunitas, terkadang terdapat usulan atau
permintaan masyarakat agar mengadakan pelatihan yang tidak sejalan atau berbeda
dengan program pemberdayaan yang telah disepakati.
d. Mengakat
kearifan lokal
Program pemberdayaan komunitas perlu memperhatikan kearifan lokal yang
dimiliki suatu masyarakat. Artinya, inisiator atau pemberdayaan harus
memperhatikan nilai, norma, dan pengetahuan lokal masyarakat.
e. Memberikan
bantuan sarana da prasarana
Tujuan program pemberdayaan masyarakat ialah menginginkan kemandirian
masyarakat. Sebagai langkah awal masyarakat perlu diberi bantuan berupa sarana
dan prasarana. Wujud bantaun sarana dan prasarana beragam sesuai kebutuhan
masyarakat.
f.
Melaksanakan pemberdayaan secara bertahap
Pemberdayaan masyarakat bukanlah proses instan, meskipun pemberdayaan
merupakan bagian dari perubahan, hasil tujuan yang hendak dicapai tidak dapat
dilihat serta dirasakan secara cepat. Oleh karena itu perlu dilaksanakan secara
bertahap. Tahapan pelaksanaan pemberdayaan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi.
5.
Proses pelaksanaan pemberdayaan
a. Perencanaan
Perencanaan merupakan kegiatan
penting dalam menjalankan sebuah program. Pada tahap perencanaan pihak
pemberdaya atau inisiator dapat merupakan participatory Rural apprasial (PRA).
PRA pada dasarnya merupakan metode penelitian atau kajian untuk menggali
potensi dan permasalahan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan
mengumpulkan dan menganalisis berbagai kondisi,potensi,kebutuhan dan permasalahan
masyarakat, serta merumuskan alternatif pengembangan dan solusi permasalahan.
Adapun kegiatan kegiatan yang dilakukan pada tahapan perencanaan sebagai
berikut:
1. Sosialisasi
Awal
Inisiator terlebih dahulu menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan
pemberdayaan terhadap komunitas atau masyarakat yang akan diberdayakan.
Inisiator menyampikan gambaran umum tentang program pemberdayaan. Dakam tahap
ini inisiator bekum daoat menjelaskan bentuk bentuk kegiatan yang akan
dilakukan.
2. Mengenali
masyarakat
Inisiator bersama masyarakat melakukan penelitian terhadap realitas
kehidupan masyarakat. Proses penelitian tersebut bertujuan mengenali karakter
masyarakat lebih jauh, memahami
kelebihan dan kekurangan masyarakat, serta memahami berbagai kearifan lokal
dalam masyarakat.
3. Pemetaan
swadaya
Inisiator juga perlu memetaan swadaya yang dimiliki masyarakat. Pemetaan
dilakukan dengan mensurvei realita kondisi lingkungan dan kehidupan komunitas.
Swadaya biasanya berkaitan dengan proses pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.
b.
Pelaksanaan
Berbekal pengetahuan dari proses perencanaan, komunitas dan inisiator
kemudian menyusun program kegiatan serta pelaksanaan pemberdayaan.
Adapun kegiatan kegiatan yang dilakukan
dalam tahapan pelaksanaan sebagai berikut:
1. Pengorganisasian
masyarakat
Inisiator melakukan pertemuan dengan anggota komunitas membahas hasil
penelitian yang dapat dijadikan objek pemberdayaan. Inisiator membentuk
kepengurusan program pemberdayaan. Inisiator juga berupa menumbuhkan kesadaran
dan memberi motivasi tentang pentingnya program pemberdayaan.
2. Penyusunan
perencanaan
Komunitas yang telah setuju terhadap gagasan program pemberdayaan
selanjutnya melakukan penyusunan program pemberdayaan. Inisiator dan masyarakat
bersama sama merumuskan program pemberdayaan.
3. Pelaksanaan
kegiatan
Masyarakat merealisasikan program pemberdayaan berdasarkan hasil
perencanaan yang telah dibuat. Adapun inisiator kebutuhan kebutuhan yang
diperlakukan dalam realisasi program.
4. Pemanfaatan
dan pemeliharaan
Inisiator bekerja sama dengan masyarakat melakukan pendampingan dalam
pemanfaatan dan pemeliharaan hasil realisasi program pemberdayaan.
c.
Evaluasi
Setiap program Kegiatan perlu dilakukan
evaluasi untuk mengangkut tingakat keberhasilan dakam mencapai tujuan, begitu
pula kegiatan pemberdayaan komunitas. Evaluasi dapat memberikan gambaran nyata
mengenai penerapan program pemberdayaan yang berjalan. Peran komunitas dalam
evaluasi program pemberdayaan antara lain memberikan sarana, kritik, terhadap
program yang telah dijalankan.
Melalui penerapan strategi yang tepat.
Diharapkan pemberdayaan masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dengan demikian, masyarakat memiliki kemampuan dalam mengatasi ketimpangan
sosial dan menghadapi tantangan globalisasi.
C.
Berbagai Program Pemberdayaan Komunitas Melalui Kearifan Lokal
1.
Pemberdayaan Komunitas dalam Masyarakat Tradisional
a.
Pemberdayaan Komunitas Perajin kain tenun Bandar , Bandar Kidul,
Kediri, Jawa Timur
Kain tenun
Bandar merupakan kain khas tradisional kediri. Kain tradisional dibuat
menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Banyak Kelompok masyarakat di Kediri
yang memproduksi kain tradisional ini. Seiring perkembangan zaman Sentra
kerajina semakin surut. Penyebabnya karena bersaing dengan kain tenun buatan pabrik
dan tidak adanya generasi penerus. Adapun Upaya Pemerintah Daerah yaitu:
1)
Memfasilitasi para perajin kain tenun dengan mengadakan pameran
produk-produk unggulan UKM di berbagai daerah di Indonesia.
2)
Mengadakan Pelatihan Keterampilan dalam memberikan inovasi motif
baru kepada perajin dan generasi muda.
3)
Pemerintah berencana menjadikan daerah Bandar Kidul sebagai kampung
wisata yang nantinya memberikan edukasi bagi masyarakat lain tentang pembuatan
kain tenun tradisional yang perlu dilestarikan.
b.
Pemberdayaan Komunitas Petani Tambak Pesisir Pantai lestari desa
Karangsong, indramayu, jawa barat
Bentuk
Pemberdayaan yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1)
Melakukan edukasi perawatan, pemeliharaan, dan penanaman kembali
hutan bakau.
2)
Mengamankan atau membebaskan lahan-lahan kritis menjadi kawasan
perlindungan bakau.
3)
Melakukan pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan hasil tanaman
bakau sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan.
c.
Pemberdayaan Komunitas Suku Anak Dalam, Jambi
Terkait program
pemberdayaan, suku anak dalam masuk dalam program pemeberdayaan komunitas adat
terpencil (KAT). Berdasarkan artikel dari tirto.id, pemberdayaan yang dilakukan
pemerintah melalui kementerian Sosial seperti pendampingan pendidikan dengan
membangun rumah pintar berisi buku-buku bacaan dan pakain bagi warga suku anak
dalam, dibangunkan hunian permanen, serta diajarkan pola hidup, bersih dan
sehat (PHBS). Adapun dari pihak kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan
yaitu berupa pendampingan pendidikan bagi anak-anak suku Anak Dalam, pemberdayaan
ekonomi dengan pemberian bibitan pohon buah, dan budidaya tanaman holtikultura
yang ditanam dikawasan suku anak dalam untuk meningkatkan perekonomian serta
pelestarian tumbuhan pangan bagi suku anak dalam.
d.
Pemberdayaan Komunitas Petani Rawa Lebak
Rawa lebak
adalah rawa yang bukan akumulasi air pasang, melainkan limpahan air permukaan
baik di wilayah tersebut maupun wilayah sekitarnya karena topografi yang lebih
rendah.’
Beberapa
kearifan komunitas petani di sekitar
rawa lebak sebagai berikut.
1)
Mengenali pertanda alam. Apabila ikan-ikan mulai meninggalkan
kawasan rawa lebak menuju sungai, menandakan akan datang musim kemarau sehingga
petani mulai menyiapkan benih untuk ditanam.
2)
Mengenali tinggi air pasang dan memperhatikan pasang surut air rawa.
Melalui pengamatan ini petani dapat memperkirakan panjang atau pendeknya musim
kemarau.
e.
Pemberdayaan Komunitas Nelayan Suku Bajo
Contoh usaha pemberdayaan dilakukan dengan membentuk
Kelompok Sadar Lingkungan (KSL) oleh LSM bekerja sama dengan pemuda setempat.
Salah satu kegiatan kelompok ini adalah menanam mangrove. Selain itu,
pemberdayaan datang dari pemerintah melalui kementerian kelautan dan perikanan
(KKP) dengan melakukan pemberdayaan ekonomi agar nelayan suku Bajo tidak lagi
bergantung pada rentenir.
2. Pemberdayaan
Komunitas Dalam Masyarakat Modern
Adapun organisasi yang turut membantu melakukan
pemberdayaan komunitas dalam masyarakat modern sebagai berikut.
a. Ilmu Berbagi
Foundation
Ilmu Berbagi Foundation adalah organisasi nonprofit
berbasis komunitas dengan program berbagi dan pelayanan berkelanjutan
dibidang sosial, pendidikan, dan peradaban masyarakat Indonesia.
Terdapat empat pilar komitmen dasar komunitas Ilmu
Berbagi, yaitu berbagi untuk pengembangan Karakter, pengetahuan, keahlian, dan
kemandirian yang dijabarkan lebih lanjut dalam target capaian organisasi.
Komunitas Ilmu Berbagi ini memiliki koordinator wilayah yang tersebar mulai
dari Jabodetabek hingga Papua.
b. Rumah Mimpi
Rumah mimpi merupakan organisasi nirbala yang bergerak
dibidang pendidikan. Kegiatannya memberikan pendampingan dan pendidikan berupa
ilmu pengetahuan serta keterampilan anak jalanan. Rumah mimpi ini dibentuk
tahun 2011 oleh pemuda di Bandung karena rasa perihatin terhadap anak jalanan
yang tidak memiliki ketrampilan dan pendidikan.
c. Save Street Child
Save Street Child merupakan organisasi yang berupaya menjadi
wadah penggerak kepedulian tergadap permasalahan anak jalanan.
d. Indonesia
Berkebun
Komunitas Indonesia Berkebun merupakan sebuah gerakan
dan kegiatan sosial yang memanfaatkan lahan nonproduktif di perkotaan.
e. Braille’iant
Braille’iant adalah sebuah komunitas yang
bertujuan meningkatkan potensu difabel melalui peningkatan berbahas inggris
melalui pendampingan belajar
0 Response to "makalah sosiologi kls 12 kerifan lokal lengkap"
Post a Comment