sejarah seato mapel sejarah peminatan
SEATO
- Latar
Belakang Pembentukan SEATO
Perebutan
pengaruh antara AS dengan Uni Sovyet dalam bidang militer berlangsung dalam
bentuk pakta pertahanan militer. Berlangsungnya Perang Dingin menyebabkan
Amerika Serikat dan Uni Soviet saling curiga satu dengan yang lain. Untuk
mengantisipasi kemungkinan terjadinya perang terbuka, kedua negara adidaya
beserta para sekutunya saling memperkuat pertahanan dan militernya. Amerika Serikat beserta para sekutunya
berusaha membentuk ikatan militer guna menghadapi serangan Uni Soviet. Pada
masa Perang Dunia II berkembang opini dunia bahwa pasukan Uni Soviet lebih
unggul jumlah personel dan persenjataannya. Hal itu dibuktikan dengan
keberhasilan pasukan Uni Soviet dalam menghentikan gerakan pasukan Jerman di
wilayah Eropa Timur. Hal itu berlaku sebaliknya, Amerika Serikat tersendat-sendat menghentikan
laju pasukan Jerman di Eropa Barat meskipun dibantu Inggris.
Di
kawasan Atlantik Utara, Amerika Serikat bersama sekutunya Inggris, Prancis,
Belanda, Belgia, Luksemburg, Norwegia, dan Kanada, setuju untuk membentuk
persekutuan militer bersama. Persekutuan militer itu disebut North
Atlantic Treaty Organization (NATO)
yang berdiri tahun 1949. Keanggotaan NATO diperluas lagi dengan masuknya Italia
dan Islandia, Yunani, dan Turki (1952) serta Jerman Barat (1955). Di dalam NATO
terdapat ketentuan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota dianggap
sebagai serangan terhadap keseluruhan sehingga semua negara anggota wajib
saling memberi bantuan. Amerika Serikat
juga berusaha menggelar kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah dan Asia
Selatan. Untuk keperluan itu, Amerika Serikat bersama Turki, Irak, Iran, dan
Pakistan membentuk kerja sama militer. Nama kerja sama militer itu adalah
Middle East Treaty Organization yang disingkat
METO atau dikenal dengan CENTO ( Central Treaty Organization ) yang berdiri
tahun 1959 yang semula bernama Pakta
Bagdad (1955). Untuk menahan laju perluasan komunis di Asia Tenggara, Amerika
Serikat membentuk kerja sama militer yang disebut South East Asia Treaty Organization atau SEATO.
- Pembentukan
SEATO
Southeast
Asia Treaty Organization (SEATO) adalah sebuah organisasi internasional untuk
pertahanan kolektif yang ditandatangani pada 8 September 1954. Lembaga formal
didirikan SEATO pada pertemuan mitra perjanjian di Bangkok pada Februari 1955.
Hal itu terutama dibuat untuk memblokir lebih lanjut komunis keuntungan di Asia
Tenggara.. Markas organisasi terletak di Bangkok, Thailand. SEATO dibubarkan
pada tanggal 30 Juni 1977.
Sejak tahun 1950-an,
Politik bebas aktif Indonesia bukan sikap melawan AS, tetapi oleh AS dinilai
kurang tegas dalam memihak blok Barat melawan blok komunis. AS membentuk
Organisasi Pakta Pertahanan Asia Tenggara (Southeast Asia Treaty Organization
atau SEATO) untuk menghimpun kekuatan Asia Tenggara di bawah pimpinan AS dan
Inggeris untuk melawan blok komunis, tetapi Indonesia tidak ikut serta di
dalamnya. Indonesia dengan Dasar Negara Pancasila tidak setuju dengan paham
komunis dan akan selalu menjaga agar paham komunis tidak menguasai Indonesia.
Akan tetapi Indonesia tidak mau memihak blok Barat karena mempunyai sikap
politik bebas aktif. Demikian pula sekarang, Indonesia melawan terrorisme dari
mana pun datangnya, tetapi tidak berarti Indonesia harus dalam segala hal memihak
AS. Sikap demikian ini tidak dikehendaki AS sejak dulu.
Anggota
SEATO
1.
Australia
2.
Bangladesh
3.
Perancis
4.
Selandia
Baru
5.
Pakistan
6.
Filipina
7.
Thailand
8.
Inggris
9.
Amerika Serikat
SEATO
merupakan aliansi militer pimpinan AS didirakan tahun 1954 untuk membantu
perlawanan terhadap ekspansi komunis di Asia Tenggara. SEATO merupakan
keseimbangan tradisional dari pendekatan kekuasaan via aliansi eksternal untuk
keamanan regional. Sejak Malaysia dan Singapura dikolonisasi oleh Inggris,
mereka bukan lagi anggota SEATO. Indonesia juga menolak masuk sebagai anggota
SEATO. Negara-negara baru ini memiliki pandangan bahwa masalah regional
semestinya diselesaikan oleh badan lokal.
Pembentukan
SEATO merupakan tanggapan terhadap permintaan bahwa daerah Asia Tenggara
dilindungi terhadap ekspansionisme komunis, terutama karena diwujudkan melalui
agresi militer di Korea dan Indocina dan melalui subversi didukung oleh pasukan
bersenjata yang terorganisir di Malaysia dan Filipina. Vietnam, Kamboja, dan
Laos (negara penerus dari Indocina) tidak dipertimbangkan untuk keanggotaan
dalam SEATO untuk alasan yang berhubungan dengan perjanjian Jenewa tahun 1954
di Vietnam. Negara-negara yang, bagaimanapun, diberikan perlindungan militer
oleh protokol. Negara-negara lain dari Asia Selatan dan Tenggara lebih suka
mempertahankan mereka kebijakan luar negeri dari nonalignment. Perjanjian itu
ditetapkan tujuan sebagai ketentuan hanya dan termasuk defensif untuk membantu
diri sendiri dan saling membantu dalam mencegah dan melawan kegiatan subversif
dari luar dan kerjasama dalam mempromosikan kemajuan ekonomi dan sosial. SEATO
tidak memiliki kekuatan berdiri tetapi mengandalkan kekuatan mencolok mobile
dari negara-negara anggotanya, yang terlibat dalam latihan militer gaungan.
- Pembubaran
SEATO
Pada 30 Juni 1977, SEATO
dibubarkan setelah terjadinya perubahan besar di kawasan Asia Tenggara,
khususnya yang terkait dengan kekalahan Amerika dalam Perang Vietnam.
0 Response to "sejarah seato mapel sejarah peminatan"
Post a Comment